Bagaimana Nabi mengajarkan kita untuk keluar dari bebas beban utang?

Islam sendiri ada cara-cara berhutang yang betul. Apa yang penting, berhutang ikut kemampuan kita dan bukan berhutang mengikuti apa kata orang mau.

Pertama di Dunia! Dubai Bikin Gedung dari Printer 3D

Teknologi printer 3D kian hari semakin canggih. Tak lagi digunakan untuk mencetak benda kecil, sebuah perusahaan asal Tiongkok bernama WinSun bahkan sudah menggunakan printer 3

Hacker ini Berhasil Menyematkan OS Windows 7 di Smartphone Asus ZenFone 2

Hal inilah yang dilakukan oleh seorang developer dalam forum XDA dengan akun bernama Yua Ca Van. Member tersebut pun sukses menyematkan OS Windows 7 pada ponsel ZenFone 2.

Monday, February 22, 2016

Statistika Deskriptif VS Statistika Inferensia

Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar teman teman semua?. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tenang Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensia.

STATISTIKA DESKRIPTIF

Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu kumpulan data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dalam Statistika Deskriptif ada 2 kegiatan utama yang kita lakukan.

1. Menyajikan Data : Penyajian Data bertujuan untuk mendeskripsikan data agar terlihat lebih informatif dalam bentuk distribusi frekuentif berupa tabel atau grafik.
Contoh : bar chart, line chart, pie chart dll.

2. Meringkas Data : Peringkasan data ini bertujuan untuk meringkas dan mendeskripsikan suatu ukuran kuantitatif yang dapat mewakili sekian banyaknya data meliputi:

A. UKURAN PEMUSATAN DATA
1. Mean = Nilai Rata Rata
2. Modus = Nilai Tengah
3. Modus = Nilai Terbanyak

B. UKURAN LETAK DATA
1. Persentil
2. Detil
3. Quartil

C UKURAN PENYEBARAN DATA
1. Standar Deviasi
2. Variansi
3. Jangkauan
4. Jangkauan Inter Kuartil

Contoh Statistika Deskriptif





STATISTIKA INFERENSIA

Stattistika Inferensia mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data atau sample data yang kemudia akan ditarik sebuah kesimpulan yang mewakili sebuah populasinya. Dalam Statistika Inferensia mencakup Statistika Deskriptif yang menjadi bahan dasar / fakta data untuk ditaksir, dianalisis dengan perbandingan atau statistik statistik yang ada dan diambil sebuah kesimpulan yang bersifat representatif dari sebuah populasi.

Gambar diatas merupakan ilustrasi Statistika Inferensia dimana kita mengambil sampel data yang bersifat representatif pada suatu populasi, kemudia kita analisis dan akhirnya menarik kesimpulan yang mewakili dari populasi tersebut. Berikut adalah ilustrasi dalam pengambilan sample acak / random.


Contoh Statistika Inferensia



Demikian penjelasan dari saya mengenai statistika deskriptif dan statistika inferensia. Jika ada saran dan pertanyaan, Silahkan Tinggalkan pada kolom komentar. Terima Kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.





Theory dan Variabel

Assalamualaikum wr. wb.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas kembali salah satu komponen ilmu yang berada dalam ranah statistika, yaitu teori dan varibel. Kedua hal ini memiliki peranan yang penting dalam ilmu statistika walaupun keduanya secara hirarki berada pada derajat yang berbeda.
Sebelum kita membahas tentang teory dan variabel. Sekarang saya akan menjelaskan tentang cara berfikir Deduktif dan Induktif. Kedua hal ini juga saling bertolak belakang.  Kedua konsep berfikir tersebut tergagas oleh ilmuan kunoa zaman dulu yang mungkin kita sudah ketahui, yaitu Plato  dan Aristoteles.

Plato  Ilmuan kuno ini memiliki cara pandang berfikir rasionalisme dimana segala sesuatu disimpulkan hanya berdasarkan pemikirannya tanpa menggunakan indranya untuk melihat fakta yang ada. Dengan pemikirannya saja dia kemudia baru menjabarkan dengan pemahaman rasionalismenya. Dalam konteks ilmu statistika disini, yang kita ambil hanya konsep berfikir deduktifnya saja dimana dalam menarik kesimpuan kita menemukan hal yang umum kemudian ditarik kesimpulan dari hal hal khusus hasil dari penjabaran hal umum tadi.

GENERAL => SPESIFIK

Aristoteles : Cara berfikir Aristoteles memiliki cara pandang yang berbeda dengan Plato dimana berfikir secara empiri dimana menangkap sesuatu dengan berdasarkan indera berupa fakta fakta yang ada. Dengan fakta fakta tersebut, dibuatlah sebuah kesimpulan yang bersifat lebih umum. Cara pandang ini disebut dengan cara berfikir induktif dimana Hal hal yang bersifat spesifik disumpulkan menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

GENERAL => SPESIFIK


Konsep berfikir secara deduktif dan Induktif inilah yang akan menjadi acuan kita dalam ilmu statistika untuk menarik sebuah kesimpulan.



Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Sehingga dapat kita ketahui bahwa variabel adalah bentuk operasionalisasi dari konsep / teori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel merupakan unit terkecil dari sebuah teori. Berikut adalah Hirarki dari teori sampai ke Variabel



Teori menjadi poin penting dalam dalam sebuah metode ilmiah. Termasuk dalam ranah statistika, metode ilmiah menjadi senjata utama dalam melakukan penelitian terkait suatu data atau permasalah yang ada. Sedikit saya paparkan tentang langkah langkah yang dapat dilakukan pada metode ilmiah

Metode Ilmiah

1. Identifikasi masalah
2. Hipotesis
3. Kumpulan data
4. Menguji hipotesis
5. Kesimpulan

Demikian penjelasan singkat mengenai Teori dan variabel dimana berawal dari konsep berfikir secara deduktif dan induktif yang menjadi pola untuk mengambil sebuah kesimpulan. Sampai jumpa kembali :)

Wassalamulaikum wr. wb.


Monday, January 18, 2016

Pengambilan Sampel Data dan Pengambilan Nilai Statistik

Assalamualaikum wr wb

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk memberikan contoh untuk menghitung nilai statistik dengan menggunakan sampel data secara acak dan dengan asumsi bersifat representatif dari seluruh data yang ada. Dengan diketahui nilai statistik dari suatu kasus tertentu, nantinya kita dapat mengambil kesimpulan dan jadilah sebuah ukuran yang menggambarkn sebuah populasi tersebut atau dapat kita sebut dengan parameter populasi.




Sekarang saya akan memberikan 2 contoh studi kasus yang akan kita cari nilai statistiknya dan parameter populasinya.

Sebelum kita menentukan nilai statistik, carila studi kasus nya terlebih dahulu dengan membuat sebuah pertanyaan. Dengan membuat pertanyaan ini akan memicu kita untuk menjawabnya dengan berdasarkan nilai statistik yang nantinya akan kita dapatkan.


Kasus yang saya angkat adalah tentang Mahasiswa Telkom University

Pertanyaan nya sebagai berikut:


1. Berapa banyak Kuota Internet yang Mahasiswa/I Telkom University habiskan selama 5 hari?

2. Berapa banyak Bensin yang Mahasiswa/i Telkom University habiskan selama 5 hari?


Berdasarkan pertanyaan tersebut, maka saya mengumpulkan data penggunaan kuota internet dan bensi dari sampel Mahasiswa Telkom University selama 5 hari. Adapun data yang terkumpul sebagai berikut:

Jumlah Penggunaan Kuota Internet Mahasiswa Telkom University selama 5 Hari


Jumlah Pemakaian Bensint Mahasiswa Telkom University selama 5 Hari


Berdasarkan sampel data yang kita ambil dapat dilihat rata rata mahasiswa telkom university menghabiskan kuota internet selama 5 hari sebanayak 611.67 MB dan rata rata mahasiswa telkom university menghabiskan bensin selama 5 hari sebanyak 2.25 Liter. Dari nilai rata rata pada kedua studi kasus tersebut merupakan nilai statistik. Dengan nilai statistik ini kita sudah bisa mendapatkan gambaran dari suatu sampel data yang kita punya.

Berdasarkan kasus diatas misalkan kita punya kriteria kriteria penilaian terhadap suatu populasi. Misalkan:

Penggunaan kouta internet selama 5 hari
1. 0 - 100 MB = Sangat hemat
2. 100 MB - 300 Mb = Cukup Hemat
3. 300 - 500 MB = Hemat
4. 500 - 700 Mb = Boros

Penggunaan Bensin
1. 0 - 2 Liter = Sangat Hemat
2. 2 - 5 Liter = Hemat
3. 5 - 10 Liter = Boros

Dengan kita memiliki nilai statistik sebagai berikut :

Rata - rata mahasiswa telkom university menggunaan kuota internet selama 5 hari adalah 611.67 MB
Rata - rata mahasiswa telkom university memakai bensin selama 5 hari adalah 2.25 Liter

Bagaimana kesimpulannya ???


Berdasarkan nilai statistik yang kita punya, kita dapat simpulkan bahwa Mahasiswa Telkom University boros dalam penggunaan kuota internet dan hemat dalam pemakaian bahan bakar bensi selama 5 hari. Kesimpulan inilah yang kita sebut dengan parameter populasi dimana menggmbarkan sebuah populasi. 

Catata : Data hanya berupa sampel dengan asumsi sduah bersifat representatif dari seluruh mahasiswa Telkom University

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat buat semuanya :)

Wassalamualaikum wr. wb

Thursday, January 14, 2016

Kuliah atau Tidak Kuliah ?



Kuliah => Sukses = Ada

Kuliah => tidak Sukses = Ada

Tidak Kuliah => sukses = Ada

Tidak Kuliah => Tidak Sukses = Ada


Kuliah atau Tidak Kuliah?


Sekarang apa yang membedakan orang kuliah dan tidak kuliah?

jawab: Gelarnya beda


Sekarang apa yang membedakan orang sukses dan tidak sukses?

1. Pola pikir, strategi sukses, softskill, hardskill dll.


Sebenarnya permasalahannya bukan pada kuliah atau tidak kuliahnya. Tapi bagaimana memiliki pola pikir seperti orang yang sukses pada kuliahnya. Karena banyak orang yang tidak kuliah tapi memiliki pola berfikir seperti lulusan sajana bahkan professor.


Salah juga kalau ada orang yang kuliah tapi merasa bakal sukses atau memiliki pola pikir yang bagus tanpa ada bukti nyata.


Lebih salah lagi kalau kita menganggap kuliah tidak penting karena ga ada jaminan sukses. Selama memang orang ini mampu dan bisa membuktikan kesuksesannya tanpa kuliah, it's okay berarti dia sudah memiliki pola pikir seperti sarjana ata professor. Karena tidak semua orang mampu membentuk pola pikirnya seperti seorang sarjana atau professor tanpa adanya media dan saranan pembentu pola pikirnya. Disinal peran sekolah / kuliah sebagai sarana pembentuk pola pikir kita.


Sederhananya, kuliah adalah sebuah proses menuntut ilmu. Untuk sukses kita perlu ilmu. Ga bakal mungkin sukses kalau kita ga punya ilmu kesuksesannya.


Semoga kita sukses semua smile emotikon

Wednesday, January 13, 2016

Statistik VS Statistika

Assalamaualaikum wr. wb.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu STATISTIK dan STATISTIKA. Kata statistik dan statistika secara harfiyah hanya dibedakan oleh huruf a saja pada ahir kata statistika. Sebenarnya kedua kata ini memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa inggris statistik = statistic, dan statistika = statistics.

Statistik VS Statistika

Apa itu Statistik ?

Sebelumnya, teman teman dapat melihat gambar dibwah ini :


Dari gambar tersebut, kita dapat melihat sebuah populasi dimana terdapat bagian dari sebuah populas yang bersifat representatif / mewakili dari populasi tersebut yang disebut dengan sampel. Contoh kasus dalam sebuah pelemparan dadu, ketika kita melempar dadu, maka peluang muncul dadu bermata satu adalaha 1 dari 6 atau 1/6, begitu juga dengan mata dadu lainnya yang memilki peluang muncul sama saat dadu dilempar, yaitu 1/6. Karena semua mata dadu meliki peluang yang sama, artinya satu mata dadu sebagai sampel sudah mewakili dari yang lainnya, inilah disebut dengan sample random atau sampel yang diambil secara acak dari sebuah populasi dan bersifat reprresetatif dari populsasi tersebut. Kasus lainnya dalam menentukan sampel, misal nya dalam sebuah manifaktur produksi keripik singkong, kita ingin mengetahui kualitas produksi kripik sigkong yang diproduksi  dengan 3 mesin dan waktu produksi dari pagi sampai sore dimana kinerja mesin akan bekerja semakin stabil ketika waktu mesin sudah berjalan dalam waktu cukup lama. Dalam kasus seperti ini, maka kita tidak mungkin menunggu dan menguji kualitas kripik satu per satu setiap kali kripik jadi diproduksi dari waktu pagi sampai sore selama waktu produksi, katakanlah 5 hari dalam seminggu. Cara ini tidak efektif. Dengan melakukan pengukuran kualitas produksi kripik, kita dapat menggunakan sample yang mewakili dari jumlah seluruh kripik hasil produksi. Saat menentukan sampel, tentu kita harus memilih sample yang bersifat representatif dengan pertimbangan mewakili 3 mesin yang digunakan, mewakili waktu produksi yaitu pagi, siang, dan sore (3 waktu0, dan jumlah hari produksi dalam seminggu. Sehingga jumlah sampel yang dapat kita pilih sebanayak 3 mesin x 3 waktu x 6 hari = 54 sampel. Dari 54 sampel tersebut, kita dapat melihat dan menilai kulaitas dengan ukuran ukuran yang ada misal, sangat renyah, renyah dan tidak renya yang diwkili dengan angka angka pengukur. Selanjutnyanya kita akan mendapatkan nilai rata rata ukuran kualitas dari sampel yang telah kita ukur kualitasnya. Misalkan terhitungrataannya 4.2. Ukuran - ukuran yang menggambarkan sampe ini adalah STATISTIK.

STATISTIK = Angka / ukuran dalam konteks tertentu.

Dengan mengetahui statistik bernilai 4,2 maka kita dapat menyimpulkan bahwa rata rata kualitas produksi kripik singkong adalah renyaj. inilah yang disebut dengan paramater dari sebuah populasi.

PARAMETER POPULASI : Ukuran yang menggambarkan sebuah populasi.


Apa itu Statistika ?

Tadi kita sudah sedikit belajar tentang apa itu statistik?. hehehe, Sekarang kita coba ketahui tentang statistika, walaupun hanya beda tipis dengan kata statistik, tap secara maknawi statistika memiliki pengertia yang berbeda. Secara sederhana, kalau statistik adalah sebuah ukuran, maka statistika adalah ilmu untuk mengukurnya.

STATISTIKA : Ilmu untuk mengumpulkan, merangkum, membandingkan, menganalisis dan menyimpulkan dari sebuah data yang ada.

Kurang lebih gitu pengertiannya. Yang perlu diketahui juga, tujuan dari ilmu statistika adalah memanfaatkan data untuk menyimpulkan data, membuat prediksi dan membuat keputusan.

DATA => INFORMASI => PENGETAHUAN = > KEBIJAKAN

Dalam kasus ini misalnya, telah diketahui nilai statistik dari kualitas produksi kripik singkong yaitu 4.2 dan telah disimpulkan bahwa kualitas produksi kripi adlah renyah sebagai parameter dari populasi tersebut. Dengan demikian, kita dapat membuat kebijakan, misalnya karena produksi kripik kualitasnya sudah renyah, maka pihak manajer dapat membuat kebijakan baru. contoh nya kebijakan untuk mempertahankan kualitas produksi atau perlu adanya strategi untuk meningkatkan kualitas produksi. Kasus lainnya, misal ternyata kualits produksi tidak renyah, maka perlu adanya pmeriksaan mesin produksi dan kebijkan sebagainya. Inilah peran fisika dimana mengubah suatu data menjadi sebuah kebijakan dalam produksi kripik singkong seperti pada kasus ini.

Demikian dulu ya, hehehe. 

Wassalamualaikum wr. wb.

Tuesday, January 12, 2016

Jejak Awal Perkuliahan Statistika Industri

Assalamualaikum wr. wb.

Oke, teman teman, banyak dianatara kita yang mungkin sudah sedikit banyaknya mengetahui tentang statistika ataupun spesifiknya pada kali ini yang saya bahas lebih fokus pada ilmu statistika industri ataupun belum pernah mempelajari ilmu ini. Ilmu ini adalah salah satu ilmu yang sangat banyak manfaatnya dalam dunia industri apapun jenis industrinya. 

Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit merangkum dari apa yang saya dapatkan selama perkuliahan hari ini (Senin/12-01-2016). Pertama, Statiska merupakan sebuah alat untuk mengukur sebuah kebenaran. Karena untuk menyampaikan sebuah kebenaran, kita tidak bisa serta merta hanya dengan memberikan sebuah statement / opini tanpa ada landasan atau alat ukur untuk memperlihatkan sebuah kebenaran. Analoginya seperti ini:
Pohon Pinus

Pohon Palem
 Berdasarkan 2 gambar diatas, kita dapat melihat ada dua pohon yaitu pohon palem dan pohon pinus. Secara kasat mata, jika kita ditanya lebih besar mana panjang lingkar batang pohon pinus atau pohon palem?. Dengan hanya melihat, tentu kita bisa berpendapat bahwa pohon palem memiliki panjang lingkar batang yang lebih panjang dari pohon pinus. sebagai etika orang yang memiliki ilmu atau dalam keilmuan, kita harus bisa memberikan bukti bahwa suatu statement yang kita sampaikan benar dengan menggunakan sebuah alat pengukurnya. Dalam konteks ini, kita dapat menggunakan mistar / meteran untuk mengukur manakah yang lebih panjang antara kedua pohon tersebut dengan ukuran ukuran yang ada. Disinal peran dan fungsi statistika sebagai salah satu alat pengukur sebuah kebenaran. 
Dalam mata kuliah yang saya ambil pada semester ini, lebih mengerucut dan berfokus pada statistika industri. Jadi ilmu statistika luas juga ya, hehehe. 

Selanjutnya, pada perkuliahan pertama ini, ane juga lebih memahami tentang "BELAJAR". Untuk memahami tentang definisi belajar itu sederahana sekali....

Belajar = Tidak Tahu --> Tahu

Belajar = Tidak Bisa --> Bisa

Belajar = Tidak Mengerti --> Mengerti

Kurang lebih seperti itu.
Adapun Aspek dalam proses pembelejaran

1. Kognitif : Pada tahap ini, pelajar mengetahui tentang suatu ilmu baru. Dalam tahapan ini, terjadi saat dosen atau guru menerangkan materi, dimana pelajar mendengarkan. pada tahap ini terjadinya aktivitas berfikir pelajhar. contoh lainnya adalah menghafal suatu materi pelajaran ataupun teori-teori.

2. Psikomotorik : Pada tahap ini, pelajar mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dengan terjadinya aktifitas fisik. tahap ini setelah terjadinya tahap kognitif.  Misal setelah menerima materi baru, pelajar membuat sebuah resume, ataupun memepergakan / mempraktekkan dalam hal hal teknis..

3. Afektif : Dalam proses pembelajaran, selain terdapat aspek kognitif dan psikomotorik, tentunya juga perlu adanya sikap, nilai atau attitude yang baik dalam diri seorang pelajar, khususnya selama menjalani proses belajar. Aspek ini disebut dengan aspek kognitif dimana berkaitan dengan, sikap dan perlaku dari pelajar tersebut.

Teori Belajar

Dalam proses belajar, ada beberapa teori dasar sebagai berikut:

1. Mendengarkan : Tahap awal dalam belajar adalah mendengarkan. Dengan mendengarkan kita dapat menerima informasi baru yang kita rekam di memory kita. Contoh kasus nya adalah pelajar mendengarkan materi yang disampaikan dosen. Dalam islam pun, saat Rasul diperintahkan membaca (Surah Al Alaq 1-5), rasul mendengarkan malaikat jibril terlebih dahulu, baru kemudia mengikutinya.

2. Membaca : Setelah mendengarkan, kita dapat mmembaca, walaupun pada awalnya belum tau cara membaca, dengan mnedengarkan intruksi bagaiana cara membaca, barulah kemudia kita dapat membaca denga mendengarkan cara membaca (kasus pertama saat belum bisa baca).

3. Menulis : Dengan menulis, kita dapat menyimpan informasi yang telah kita dengan di memory otak ke dalam sebuah bentuk tulisan dimana dengan proses dan thapan ini, informasi / ilmu akan tersimpan permanent dalam bentuk sebuah tulisan.

4. Berbicara : Ini adalah tahap goal / akhir dari proses belajar. Setelah melewati proses mendengar, membaca dan menulis, pelajar sudah mampu berbicara dari ilmu yang yang telah dia pelajari melalui proses - proses sebelumnya. Ketida proses sebelumnya itu tidak harus diajalani semua tergantung dan kembali dari bagaimana kebiasaan dan metode belajar dari pelajar tersebut.

Mungkin, sampai disini dulu saya rangkum hal - hal yang saya dapatkan selama pertemua pertama perkuliahan statistika industri. : )

Wassalamualaikum wr. wb...




Wednesday, December 30, 2015

Membuat User Baru Pada OS Ubuntu

Assalamualaikum teman teman
Pada kesempatan kali ini, mimin mau ngasih tau cara membuat user baru di OS Ubuntu. Ada 2 perintah yang dapat kita gunakan untuk membuat user baru pada OS Ubuntu yaitu adduser dan useradd. Wah kok 2 ya? wkwwk. tenang, psebenarnya apa sih perbedaan keduanya? OK perbedaannya adalah :

1.      Useradd : Pada saat membuat user, tidak diminta untuk membuat password secara otomatis / tanpa password sebagai defaultnya.
AdduserPada saat pembuatan user, maka  diminta untuk membuat password juga sebagai settingan default
2.      Useradd : Pada proses pembuatan user, tanpa membuat home directory pada user tersebut
Adduser : Pada pembuatan user, juga sekaligus membuat home directory pada user.
3.      Useradd : Pada pembuatan user ini, tanpa adanya pemberian keterangan detail dari user yang dibuat

Adduser : Pada proses pembuatan user, akan diminta untuk memberik keterangan detail sendiri atau secara default.


Nah kurang lebih gitu deh pebedaannya. Jadi perintah mana yang kita pakai tergantung dari kebutuhan kita. Oke sekarang langsung aja caranya.

1.      Membuat user dengan cara useradd

Penjelasan : Pada saat kita ingin membuat user dengan cara useradd, maka hanya berlaku perintah membuat user saja tanpa pemberian password, direktori home, dan keterangan dari user yang akan kita buat secara otomatis. Jika kita ingin menambahkan password, maka kita dapat menuliskan perintah pembuatan password untuk user tersebut.
2.      Membuat user dengan cara adduser

Penjelasan : Pada saat kita membuat user dengan cara adduser, maka hanya dengan sekali perintah command, sudah secara otomatis meminta kita untuk memberi password user, pembuatan direktori home untuk user, dan pemberian keterangan oleh kita atau secara default.


Nah, Sekian dulu tutorialnya yang . Semoga bermanfaat :)

Tutorial Instalasi Ubuntu dengan menggunakan Virtual Machin VMware

Assalamualaikum teman teman, 
kali ini mimin mau kasih tau tutorial instalasi ubuntu. Hanya pada kali ini mimin mau coba instal di Virtual MAchine yang mimin sudah buat sebelumnya. Kalo temen temen mau tau caranya bisa lihat di posting mimin sebelumnya TUTORIAL MEMBUAT VIRTUAL MACHINE OS UBUNTU DENGAN VMWARE. Oke sekarang, langsung aja mimi jelasin langkah langkahnya..

Untuk teman teman yang belum punya isonya. silahkan download DISINI

1.      Jalankan Virtual Machine yang sudah dibuat

2.      Pilih Instal Ubuntu

3.      Klik Continue

4.      Karean disk yang kita buat masid kosong, Pilih Erase disk and Install Ubuntu. Klik Install Now

5.      Pilih Continue untuk mengkinfirmasi pilihan pada poin langkah sebelumnya (poin 4). Klik Continue

6.      Pilih lokasi Jakarta untuk pengaturan waktu. Klik Continue

7.      Pilih layout keyboard English (US) > English (US). Klik Cntinue

8.      Isi Data user, Klik Continue

9.      Proses Installing sedang berjalan, Tunggu hingga selesai.


10.  Jika instalasi Ubuntu telah selesai, maka muncul tampilan berikut, Silahkan Login.

Oke, sekarang kita sudah berhasil melakukan proses instalasi Sistem Operasi Ubuntu pada Virtual Machine Yang kita telah persiapkan sebelumnya. Terima Kasih

Tutorial Membuat Virtua Machine Dengan VMware

Assalamualaikum
Pada kesempatan kali ini, mimin mau share tutorial untuk membuat Virtual Machine dengan menggunakan software VMware. Sebelumnya mimin mau jelasin dulu apa itu Virtual Machine. Virtual Machine adalah sebuah mesin berbentuk virtual dimana pada Virtual MAchine kita dapat menjalankan sebuah Sistem Operasi seperti Windows, Ubuntu, dansistem operasi lainnya. Biasanya orang orang menggunakan Virtual MAchine ini untuk pembelajra atau uji coba sistem operasi sebelum enar benar di instal di hardsik utama. 

Sebelumnya jika teman teman belum punya software VMware. Silahkan download DISINI tapi berbayar ya. :) atau temen temen juga bisa pake Virtual Box untuk free nya. Silahkan download DISINI. Untuk prosedurnya hampir sama saja, Dan untuk download file ISO OS Ubuntunya bisa download DISINI
Oke Tanpa pnajang lebar, langsung aja ke tutorialnya ya ....

1.      Buka aplikasi VMware klik File > dian Klik New Virtual Machin
2.      Pilih Custom > Klik Next

3.      Pilih Workstation 10, Klik Next

4.      Pilih opsi I will install the operating system later, Klik Next

5.      Pada kolom Guest Operating System Pilih Linux, dan pada kolom Verson Pilih Ubuntu, Klik Next

6.      Beri Nama pada Virtual Machine yang akan di buat dan lokasinya, Klik Next

7.      Pada Processor Configuratiaon pilih “1” untuk semua pilihan, Klik Next

8.      Silahkan tentukan alokasi memory yang akan digunakan untuk Virtual Machine. Sebaiknya pilih alokasi yang (Recommended).

9.      Pilih NAT, agar secara otomatis virtual machine yang kita gunakan akan tersambung langsung ke sistem operasi utama. Klik Next.

10.  Untuk I/O controllers type pilih LSi logic, mengikuti rekomendasi dari VMware, Klik Next

11.  Pada Virtual Dick Type, Pilih SCSI, Klik Next

12.  Sekarang kita akan membuat Viertual Machine yang baru, maka Klik Create a new virtual disk. Klik Next

13.  Masukkan kpasitas besar hardisk yang akan digunakan untuk Virtual Machine. Semakin besar, semakin bagus. Klik Next

14.  Beri nama pada file Virtual Machine yang kita buat. Sesuaikan dengan nama Virtual Machine yang kita buat. Klik Next

15.  Klik Customixe Hardware

16.  Klik new CD/DVD > Pilih file ISO Image > Browse ke lokasi file ISO berada, > Klik Open, dan setelah itu, Klik Close

17.  Klik Finish

Nah, sampai disini kita sudah bisa membuat sebuah Virtual Machine sendiri dengan menggunakan VMware. Oke Terima Kasih :)